Gonzo Bandung

Jumat, 25 September 2015

Apakah bersekolah di Jepang dalam kehidupan nyata mirip seperti dalam anime?


Apakah bersekolah di Jepang dalam kehidupan nyata mirip seperti dalam anime?



image: footage.framepool.com
image: footage.framepool.com

Kalau kalian penggemar anime pasti sering melihat bahwa sebagian besar latar cerita di dalamnya ada di sekolah, kan? Para karakter dalam beberapa anime berlatar sekolah yang pernah kalian lihat mungkin ditampilkan sering bersenang-senang di dalam kelas, mengikuti kegiatan klub, melakukan tugas sehari-hari dan menghabiskan waktu dengan teman-temannya. Tapi apa kegiatan bersekolah dalam beberapa adegan anime favorit kalian itu mirip seperti dalam kehidupan nyata di Jepang?
Seperti dilansir dari jpninfo.com, dalam kehidupan nyata, sebenarnya banyak pelajar yang tidak memiliki waktu untuk melakukan hal-hal yang disebutkan sebelumnya dan berbagai sekolah di Jepang cukup ketat mengenai aturan. Para pelajarnya memiliki waktu yang terbatas untuk bersenang-senang dan sebagian besar waktu mereka dihabiskan untuk studi akademis.
Berikut adalah beberapa aturan yang harus diikuti oleh para pelajar di sebagian besar sekolah di Jepang dalam kehidupan nyata:
1. Tidak boleh mengendarai mobil pribadi ke sekolah

image: tokyobybike.com
image: tokyobybike.com

Jika jarak antara rumah ke sekolahnya tidak terlalu jauh, para pelajar di Jepang akan berjalan kaki atau naik sepeda karena keselamatan adalah salah satu faktor yang paling penting. Transportasi umum, seperti kereta dan bus akan mereka gunakan jika jaraknya jauh.
2. Larangan melakukan kegiatan tertentu di tempat umum

image: commons.wikimedia.org
image: commons.wikimedia.org

Agar tidak menimbulkan reputasi buruk terhadap sekolah mereka, para pelajar tidak diperbolehkan membaca buku sambil berjalan-jalan, mengunyah permen karet atau berbagai kegiatan lainnya yang dianggap tidak sopan.
3. Wajib mengenakan seragam sekolah
image: https://www.flickr.com/photos/dannychooimage: https://www.flickr.com/photos/dannychoo
Blazer dan Sailor adalah jenis seragam sekolah yang paling umum di antara beberapa variasi lain yang tersedia. Blazer dengan kemeja lengan panjang berwarna putih serta dasi yang dikenakan di sekitar leher sangat penting untuk para pelajar laki-laki dan perempuan. Kadang-kadang, pita wajib dipakai oleh pelajar perempuan. Sedangkan seragam bergaya Sailor adalah seragam berkerah seperti pelaut dengan pita yang terletak di dada yang digunakan pelajar perempuan. Sementara jaket Gakuran dengan kerah tinggi dan kancing emas dipakai oleh pelajar laki-laki. Selama musim panas biasanya para pelajar diperbolehkan untuk melepas blazer atau jaket mereka dan hanya mengenakan kemeja putih lengan pendek.
4. Memakai sepatu dalam ruangan

image: global.rakuten.com
image: global.rakuten.com

Para pelajar biasanya disediakan loker atau rak sepatu setibanya mereka di sekolah. Sebelum memasuki kelas, mereka harus melepas sepatu mereka dan memakai uwabaki (sandal khas Jepang untuk dipakai di dalam ruangan). Untuk menjaga kebersihan lantai karena tidak ada petugas kebersihan di gedung sekolah adalah tujuan utama dari memakai sepatu dalam ruangan tersebut.
5. Tidak boleh membawa cemilan dan ramen instan ke sekolah

image: shizuokagourmet.com
image: shizuokagourmet.com

Karena dianggap tidak memiliki manfaat gizi, dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti kerusakan gigi, obesitas, penyakit jantung dan tekanan darah tinggi, sebagian besar sekolah di Jepang melarang pelajarnya membawa makanan ringan yang mengandung gula dan makanan olahan. Bento/kotak makan siang yang biasanya dibuat oleh ibu mereka di pagi hari, yang berisi nasi, telur, ikan, buah dan sayuran, biasanya menjadi menu makan siang para pelajar di sekolah.
Source : jpninfo.com






Tidak ada komentar:

Posting Komentar