Gonzo Bandung

Kamis, 29 Oktober 2015

Ulasan Anime: Himouto! Umaru-chan



Himouto! Umaru-chan adalah anime yang menyuguhkan komedi secara sederhana. Ikuti ulasan seri anime ini dari penulis tamu yang mengaku bernama Adrienne Marsh.

Alkisah Doma Umaru adalah seorang gadis serba sempurna di suatu sekolah. Otaknya encer, jago olahraga, senang bergaul, yang terbaik di seantero sekolahnya.

Umaru Doma yang jelita
Umaru Doma yang jelita
Sabar dulu. Meski tak asing tapi mari coba dibaca dulu lanjutannya.
Meski segala kelebihannya membuat silau teman-temannya bahkan sampai ada gosip bahwa Umaru adalah anak seorang konglomerat kaya, mereka sama sekali tak tahu bagaimana wujud Umaru kalau ia sedang berada di rumah.

Wujud, Baik Harafiah Maupun Kiasan.

Kini premis seperti ini sudah terlalu banyak kita dengar di berbagai anime kekinian yang bertema “adik perempuan” semenjak dipopulerkan oleh seri Ore no Imouto ga Konna Ni Kawaii Wake Ga Nai (OreImo) pada tahun 2010 lalu, tapi jangan beranjak dulu, karena Doma Umaru adalah monster yang berbeda.
Himouto! Umaru-chan adalah serial anime sepanjang 12 episode besutan studio Doga Kobo yang digarap dari komik berjudul sama oleh Sankaku Head. Durasi 23 menit tak lantas membuat komik yang tiap bagiannya berisi tak sampai 19 halaman itu terasa diperpanjang, tapi lebih dari cukup untuk menampilkan tingkah laku sableng sang adik yang malasnya bukan main. Doma Taihei sang abang juga merupakan figur yang kompeten, baik sebagai kakak yang harus mengurus sendiri kejahilan adiknya maupun sebagai tokoh utama yang menonjol.

Keeping the Imouto life real
Keeping the Imouto life real

Melawan stereotipe karakter “adik tokoh utama” melalui maraknya tema inses kakak-adik dan setia pada atmosfir yang disajikan komiknya, Himouto! Umaru-chan layak diberi apresiasi dalam karakterisasinya yang lebih dewasa daripada menjadikan imaji adik perempuan nan menarik ini hanya sekedar pemuas nafsu kalangan tertentu. Selain dari komedinya yang berpusat pada tingkah laku Doma Umaru (Dijuluki Ie Umaru di versi komiknya) yang ajaib dan mengundang tawa, dinamika interaksi antar kakak-beradik Doma ini pun cenderung lebih lugas dalam mencerminkan keakraban kakak adik yang alami ketimbang anime-anime bertema sama.

Perhatikan hayati sang abang yang kadang lelah dengan tingkah laku si adik.
Perhatikan hayati sang abang yang kadang lelah dengan tingkah laku si adik.

Melanjutkan kesuksesan peran di seri anime Gekkan Shoujo Nozaki-kun pada tahun 2014 lalu, Tanaka Aimi sebagai pengisi suara pendatang baru sangat mengagumkan dalam memberikan hidup kepada tokoh Doma Umaru, begitu pula dengan pengisi suara lainnya yang seakan menjadi replika dari citra masing-masing tokoh komik yang mereka perankan seperti si pemalu Ebina Nana, sang putri slebor Tachibana Sylphynford, sampai si minder berwajah garang Motoba Kirie.
Dari sisi musik sendiri sama seperti ketika Doga Kobo menggarap Nozaki-kun. Meski tak ada yang terlalu spesial, tapi penataan musik latar tepat sekali dengan suasana setiap adegan yang ingin disampaikan. Khususnya pada episode 8 (berjudul Umaru dan Natal), efek dari pendekatan sederhana namun efektif ini sangat menggugah hati.

kasih sayang antar adik kakak tak melulu perlu jatuh ke jurang yang namanya romansa
kasih sayang antar adik kakak tak melulu perlu jatuh ke jurang yang namanya romansa

Demikian penulis merasa anime ini pantas disebut sebagai kartun terbaik di musim panas 2015 lalu karena mampu menaiki tangga kepopuleran dengan elemen yang sederhana dan tidak dipaksakan kepada kalangan tertentu, seperti yang pernah terjadi pada OreImo. Seri anime ini sangat layak ditonton bersama keluarga maupun keluarga yang akan datang. Meski anime ini sudah berakhir, namun tidak menutup kemungkinan akan ada musim berikutnya, mengingat status seri komik aslinya yang masih berlanjut. Bahkan akan ada komik kisah sampingan dari salah satu karakternya yang tak kalah menarik, yakni tak lain dan tak bukan adalah si gadis tetangga Ebina Nana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar